Jembatan Agung Sultanah Latifah
Jembatan Agung Sultanah Latifah
Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah, dikenal juga dengan nama Jembatan
Siak, adalah sebuah jembatan yang terletak di kota Siak
Sri Indrapura, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Indonesia. Jembatan Tengku Agung Sultanah
Latifah yang membentang di atas Sungai Siak ini merupakan urat nadi
perkembangan Kabupaten Siak dan kota Siak Sri Indrapura yang memiliki dua sisi
daratan, yakni sisi Utara di Kecamatan Siak, dengan ikon sejarah Istana Asserayah Hasyimiyah (yang juga dikenal dengan nama Istana Siak Sri
Indrapura), dan sisi Selatan di Kecamatan Mempura dengan ikon sejarah berupa
benteng dan tangsi Belanda di Desa Benteng Hulu dan Desa Benteng Hilir.
Nama resmi jembatan ini Tengku Agung
Sultanah Latifah diambil dari nama gelar Tengku Syarifah Mariam binti Fadyl, permaisuri Sultan Syarif Kasim II, sultan terakhir di Kerajaan Siak yang memerintah dari tahun 1915
hingga 1946. Jembatan
Tengku Agung Sultanah Latifah telah menjadi salah satu ikon dan objek wisata
andalan Kabupaten Siak sejak diresmikan pada tanggal 11 Agustus 2007 oleh Presiden Republik
Indonesia saat itu, Susilo Bambang
Yudhoyono.
Jembatan ini juga menjadi penghubung
antara lokasi Kantor Bupati Siak di Desa Benteng Hulu di Kecamatan Mempura dengan lokasi Gedung DPRD
Kabupaten Siak di Desa Rawang Air Putih di Kecamatan
Siak yang
dipisahkan oleh Sungai Siak.
Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah memiliki
panjang 1.196 meter, lebar 16,95 meter ditambah dua buah trotoar selebar 2,25
meter yang mengapit sisi kanan dan kiri jembatan. Ketinggian jembatan mencapai
23 meter di atas permukaan air Sungai Siak yang lebarnya mencapai sekitar 300
meter dan mampu menanggung beban sebanyak 28 ton. Di atas jembatan berdiri dua
menara setinggi masing-masing 80 meter dengan ukuran 10 X 5 m², yang digunakan
untuk diorama teater dan rumah makan, yang dilengkapi dengan dua buah lift
untuk menuju puncak menara.
Komentar
Posting Komentar