RITUAL BEDEKEH SUKU AKIT DI PULAU RUPAT KABUPATEN BENGKALIS

 

RITUAL BEDEKEH SUKU AKIT DI PULAU RUPAT KABUPATEN BENGKALIS 

Suku Akit merupakan komunitas adat yang terdapat di Provinsi Riau. Suku Akit juga disebut sebagai suku Laut karena sebagian besar aktivitas mereka berhubungan dengan laut. Selain menangkap ikan, mata pencaharian mereka adalah memanfaatkan kayu Bakau sebagai Kayu Arang. Kata Akit berasal dari kata rakit, suku Akit secara singkat dapat dikatakan suku rakit, orang rakit atau tukang rakit (Firzal, Rijal, & Faisal, 2017). Selain itu, Osawa (2009) mengatakan nama “akit (rakit)” dikatakan berasal dari kebiasaan masa lalu mereka membangun rumah di atas rakit. Sedangkan WBC Wintgest dan E.M Unlenbech dalam encyclopaedic van Nederlansche Indie,berpendapat bahwa orang Akit termasuk keturunan bangsa Negritisch (Negrito) hal ini terlihat dari perawakan mereka yang bertubuh besar kekar dan berambut keriting (Limbeng, 2011).




Salah satu wilayah yang dimukimi oleh suku Akit dan masih eksis hingga saat ini adalah Pulau Rupat, Provinsi Riau. Suku Akit sampai saat ini masih mempertahankan berbagai bentuk kebudayaannya, seperti sistem kepercayaan, kesenian, ritual dan upacara-upacara adat. Salah satu ritual yang masih dipertahankan yaitu Bedekeh. Bedekeh, Bedikie atau Berdeker merupakan salah satu ritual pengobatan suku Akit, Bedekeh ini merupakan pengobatan besar atau ritual pengobatan sakral (Suroyo, Wirata, & Kamaruddin, 2017). Dalam proses Bedekehini digunakan “Balai” dan “Huma” sebagai salah satu syarat ritual tersebut. Balai dan Huma dapat dikategorikan sebagai bentuk arsitektur yang menyerupai bangunan yang digunakan dalam ritual ini.


Dalam tradisi suku Akit, dukun atau yang mereka sebut sebagai Bomo berperan sangat penting dalam proses pengobatan khususnya penyakit-penyakit yang mereka yakini disebabkan oleh gangguan makhluk halus (jin) atau penyakit yang disebabkan oleh Bedekeh atau Bedeker. Sebagai penganut kepercayaan animisme, masyarakat suku Akit masih menganggap bahwa Bomo (dukun) adalah orang pintar yang mampu mengobati penyakit yang mereka anggap tidak wajar atau tidak mungkin bisa ditangani oleh medis (Limbeng, 2011).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IKAN GULAI BAUNG KUNING

[SALAH] Makan Bawang Mentah dan Garam bisa Ubah Positif Covid-19 Menjadi Negatif setelah 15 Menit

[SALAH] Video “Lebih banyak mayat bertumpuk akibat COVID, tapi salah satunya menghisap rokok”