BAWANG DAYAK (Eleutherine palmifolia (L) Merr

 BAWANG DAYAK

(Eleutherine palmifolia (L) Merr


Bawang dayak (Eluetherine palmifolia (L.) Merr) adalah salah satu jenis tanaman yang berkhasiat bagi kesehatan. Tanaman ini banyak ditemukan di daerah Kalimantan. Penduduk lokal di daerah tersebut sudah menggunakan tanaman ini sebagai obat tradisional. Bagian yang dapat dimanfaatkan pada tanamaan ini adalah umbinya. Nama lain dari bawang dayak antara lain Eleutherine american, Eleutherine bulbosa, Eleutherine subayphyla, Eleutherine citriodora, Eleutherine guatemalensis, Eleutherine latifolia, Eleutherine longifolia, Eleutherine plicata, Eleutherine anomala. Di Indonesia, tanaman ini juga dikenal dengan nama bawang merah, bawang hantu, bawang sabrang dan bawang arab. Dalam ilmu toksonomi, berikut adalah klasifikasi dari bawang dayak (Eluetherine palmifolia (L.) Merr) (Raga, 2012).

                Diantara manfaat bawang dayak diantaranya dapat menyembuhkan  penyakit ringan seperti flu, sembelit, hingga dapat mengobati penyakit berat seperti hepatitis, kanker, hipertensi serta beberapa penyakit lainnya.

Bawang dayak mengandung senyawa-senyawa kimia seperti : alkaloid, glikosid, flavonoid, fenolik, streoid, dan tanin yang merupakan sumber potensial untuk dikembangkan sebagai tanaman obat. Alkaloid memiliki fungsi sebagai antimikroba. Selain itu, alkaloid, glikosid, dan flavonoid juga memiliki fungsi sebagai hipoglikemik sedangkan tanin biasa digunakan sebagai obat sakit perut (Galingging, 2009). Alkaloid yang terkandung dalam bawang dayak adalah suatu golongan senyawa organik yang memiliki paling sedikit satu atom nitrogen. Kebanyakan 6 alkaloid berupa padatan kristal dengan titik lebur tertentu, tidak berwarna dan bersifat basa. Alkaloid dapat ditemukan dari berbagai bagian tumbuhan-tumbuhan seperti pada biji, daun, ranting dan kulit batang. Hampir semua alkaloid mempunyai efek biologis tertentu, ada yang beracun dan ada juga yang sangat berguna sebagai obat (Lenny, 2006). Flavonoid merupakan senyawa polar yang umumnya mudah larut dalam pelarut polar seperti etanol, methanol, butanol, dan aseton (Markham, 1998). Flavonoid merupakan golongan terbesar dari senyawa fenol, mempunyai sifat menghambat pertumbuhan virus, bakteri dan jamur. Senyawa-senyawa flavonoid umumnya bersifat antioksidan dan banyak yang telah digunakan sebagai salah satu komponen bahan baku obat-obatan. Bahwa senyawa flavonoid dan senyawa turunanya memiliki dua fungsi fisiologis tertentu yaitu sebagai bahan kimia untuk mengatasi serangan penyakit (sebagai antibakteri) dan anti virus bagi tanaman (Khunaifi, 2010) Flavonoid dalam menghambat pertumbuhan bakteti, dengan cara merusak permeabilitas dinding sel bakteri (Sabir, 2008). (Mirzoefa el al., 1997) dan menghambat motilitas bakteri.

Cara penggunaan bawang dayak isa bermacam-macam, diantaranya :

1.       Pembuatan Simplisia, yaitu bawangnya saja dicuci bersih, iris 1-2 mm, keringkan dibawah sinar matahari/oven selama 8 jam, dinginkan. Dan siap di konsumsi

2.       Pembuatan bubuk, yaitu hampir sama dengan simplisia dan kemudian di blender hingga halus, dan siap untuk dikonsumsi.

3.       Pembuatan manisan, yaitu bawangnya saja dikukus selama 5 menit, kemudian buat larutan gula, masak hingga kental dan baru masukkan bawang dayaknya. Siap untuk di konsumsi.


                Kingdom              :               Plantae

                Divisio                 :               Spermatophyta

                Sub Divisio          :               Angiospermae 

                Kelas                     :               Monocotyledonae

                Ordo                      :               Liliales

                Family                   :               Iridaceae

                Genus                   :               Eleutherine

                Species                 :               Eleutherine palmifolia (L) Merr 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

IKAN GULAI BAUNG KUNING

SISTEM KESENIAN SUKU TALANG MAMAK

PAKAIAN ADAT INDRAGIRI HULU