ES LAKSAMANA MENGAMUK
ES LAKSAMANA MENGAMUK
Es Laksamana mengamuk merupakan minuman segar dan menyehatkan. Karena es ini dibuat dari bahan buah-buahan segar. Membuat minuman dingin ini lebih sehat dan nikmat untuk diminum di siang hari. Apalagi jika diminum saat kamu sedang kursus bahasa inggris, pasti bakal nambah tenaga kamu untuk belajar lebih konsen. Minuman dingin ini banyak diperjualbelikan di kawasan Riau. Baik di hari biasa maupun di hari spesial. Tapi memang, minuman ini paling banyak muncul di bulan puasa. Saat bulan puasa tiba, banyak pedagang yang menjajakan es ini.
Diceritakan bahwa
lahirnya minuman khas ini berasal dari sebuah peristiwa keluarga. Dahulu, ada
seorang laksamana sedang mengamuk di lahan perkebunan kuini. Perkebunan ini
adalah milik seorang tuan tanah.
Laksamana mengamuk
sejadi-jadinya. Membuat para warga tidak berani untuk mendatanginya, apalagi
sampai menghentikannya. Ternyata mengamuknya laksamana ini disebabkan istrinya
yang dibawa lari oleh tuan tanah tersebut. Akibatnya, laksamana geram dan
mengamuk di perkebunan kuini milik tuan tanah tersebut.
Laksamana tersebut
menebaskan pedangnya di perkebunan kueni, yang menyebabkan kueni berjatuhan dan
berserakan di tanah. Setelah puas melampiaskan kemarahannya, laksmana tersebut
kembali pulang. Buah kueni yang berjatuhan dibiarkan begitu saja.
Para warga kemudian
memunguti buah-buah tersebut. Saking banyaknya, para warga bingung mau diapakan
buah tersebut.
BAHAN - BAHAN :
•
2 Buah kweni matang
•
1 sdm biji selasih (rendam dengan air panas)
•
400 ml santan
•
gula pasir secukupnya
•
1 lembar daun pandan
•
es batu secukupnya
LANGKAH PEMBUATAN :
1.
Rebus santan, daun pandan dan gula hingga larut dan mendidih
2.
Setelah mendidih, matikan kompor dan tunggu hingga dingin
3.
Potong kweni menjadi dadu-dadu kecil
4.
Masukkan es batu, kweni lalu siram dengan kuah santan
5.
Terakhir tambahkan biji selasih
6. Es
Laksamana Mengamuk siapp disantap
SEJARAH
SINGKAT :
Diceritakan
bahwa lahirnya minuman khas ini berasal dari sebuah peristiwa keluarga. Dahulu,
ada seorang laksamana sedang mengamuk di lahan perkebunan kuini. Perkebunan ini
adalah milik seorang tuan tanah.
Laksamana
mengamuk sejadi-jadinya. Membuat para warga tidak berani untuk mendatanginya,
apalagi sampai menghentikannya. Ternyata mengamuknya laksamana ini disebabkan
istrinya yang dibawa lari oleh tuan tanah tersebut. Akibatnya, laksamana geram
dan mengamuk di perkebunan kuini milik tuan tanah tersebut.
Laksamana
tersebut menebaskan pedangnya di perkebunan kueni, yang menyebabkan kueni
berjatuhan dan berserakan di tanah. Setelah puas melampiaskan kemarahannya,
laksmana tersebut kembali pulang. Buah kueni yang berjatuhan dibiarkan begitu
saja.
Para
warga kemudian memunguti buah-buah tersebut. Saking banyaknya, para warga
bingung mau diapakan buah tersebut.
Nah,
di situlah datang seorang ibu yang juga memunguti buah kueni yang terkoyak. Buah
kuini diolah dengan santan kelapa, serta dicampur dengan gula merah. Tentu
masih belum menggunakan es seperti saat ini.
Hasil
olahannya ini kemudian dibagikan pada warga. Dan ternyata sajian ini disukai
oleh warga. Akhirnya, minuman khas ini kemudian banyak dibuat oleh masayarakat
lainnya, dan kemudian populer dengan nama minuman laksamana mengamuk.
Komentar
Posting Komentar