Event Bakar Tongkang Kabupaten Rokan Hilir
Event
Bakar Tongkang Kabupaten Rokan Hilir
Ritual Bakar Tongkang dikenal juga sebagai Upacara Bakar
Tongkang (Hanzi Sederhana Hanyu Pinyin: Shao
Wang Chuan Qing Dian) atau singkatnya dalam Bahasa Hokkien dikenal
sebagai Go Gek Cap Lak (Hanzi Sederhana: 五月十六日 Ritual bakar
tongkang menjadi tradisi unik yang melegenda bagi masyarakat Tionghoa di
Bagansiapiapi, Rokan Hilir, Riau. Ritual
Bakar Tongkang adalah ritual tahunan masyarakat di Bagansiapiapi yang telah
terkenal di mancanegara dan masuk dalam kalender visit Indonesia
tradisi tersebut sarat akan budaya Tionghoa yang melekat sejak ratusan tahun
lalu dan menjadi salah satu wisata andalan Bumi Lancang Kuning.
Awalnya, transmigrasi masyarakat Tionghoa ke Riau menjadi asal mula adanya
budaya tersebut.
Yang menarik dari festival ini bukan hanya
soal aksi bakar replika tongkang. Tetapi juga menyangkut asal-usul atau sejarah
lahirnya Bagansiapi-api Kabupaten Rokan Hilir. Dengan kemasan yang menarik,
atraksi ini pun menghadirkan sajian atau pertunjukan luar biasa, "
katanya.Moment ini dirayakan setiap tahun pada hari ke-16 bulan ke-5 menurut
kalender China. Tradisi yang juga dikenal sebagai Go Gek Cap Lak ditandai
dengan aksi membakar replika kapal tradisional Tiongkok sebagai puncak festival.Menilik
pada sejarah, bermula dari tuntutan kualitas hidup yang lebih baik lagi,
sekelompok orang Tionghoa dari Provinsi Fujian, China merantau menyeberangi
lautan dengan kapal kayu. Dalam kebimbangan kehilangan arah, mereka berdoa ke
Dewa Kie Ong Ya agar kiranya dapat diberikan penuntun arah
menuju daratan.Tak lama kemudian, pada keheningan malam tiba-tiba mereka
melihat adanya cahaya yang samar-samar. Dengan berpikiran di mana ada api
disitulah ada daratan dan kehidupan, akhirnya mereka mengikuti arah cahaya
tersebut, hingga tibalah mereka di daratan Selat Malaka.
Atas peristiwa
tersebut, maka diadakan upacara bakar tongkang untuk berterimah kasih kepada
dewa Kie Ong Ya. Tradisi ini bahkan dijadikan agenda pariwisata tahunan Riau
yang menarik dari berbagai negara sekaligus sebagai momen bagi perantau bagi
perantau tionghoa yang berasal dari bagan siapi – api.
Komentar
Posting Komentar