JENDELA CAGAR BUDAYA (PAKAIAN MELAYU)
Pakaian Melayu adalah pakaian tradisional di beberapa negara seperti Malaysia, Singapura, dan Indonesia.
Pakaian Melayu telah menjadi identitas bagi
masyarakat Melayu. Masyarakat melayu sendiri banyak kita jumpai di Semenanjung
Malaka, daerah Sumatera, Malaysia, dan Singapura. Pakaian orang Melayu tak
terlepas dari proses pencampuran budaya setempat dengan budaya yang dibawa oleh
pedagang dari India, Arab, Cina, bahkan Eropa.
Bagi orang Melayu, pakaian tak hanya berfungsi
sebagai penutup aurat dan pelindung tubuh, namun juga menyertakan
lambang-lambang dan nilai-nilai luhur Melayu yang dijunjung tinggi oleh
masyarakatnya.
Orang Melayu terkenal dengan ketaatannya
menjalankan perintah agama dan menjunjung tinggi nilai-nilai kesopanan. Bagi
orang Melayu, pakaian yang dipakainya berfungsi utama sebagai penutup aurat.
Meski telah lama berinteraksi dengan dunia barat pada zaman lampau, masyarakat
Melayu masih berpakaian jauh lebih tertutup dibanding cara berpakaian orang
Barat.
Menurut orang Melayu, berpakaian dengan cara
sopan dan patut akan menghindarkan pemakainya dari bahaya. Mereka pun juga akan
dipandang sebagai orang yang bernilai dan orang lain akan menaruh rasa hormat.
Berkaitan Erat dengan Norma Adat
Orang Melayu selalu menjunjung adat istiadat mereka di mana pun mereka berada. Hal ini seperti telah diturunkan oleh nenek moyang mereka. Nilai ini tercermin pada fungsi pakaian adat Melayu. Corak pakaian Melayu yang khas mengandung nilai filosofi yang telah dibangun oleh masyarakat Melayu secara turun temurun. Meski telah berkembang, pakaian Melayu masih mempertahankan corak, bentuk, dan warna sesuai aturan.
Jenis
Pakaian Melayu Pria dan Wanita
1. Baju Melayu Cetak Musang
Baju kurung cekak
musang memiliki pengaruh dari Timur Tengah. Semenanjung Malaka yang ramai oleh
pedagang dari berbagai wilayah, termasuk Arab, menjadikan pengaruh budaya asing
tak bisa dielakkan.
Bentuk pakaian ini memiliki leher lebih tegak dan belahannya memiliki tiga,
lima, tujuh, atau sembilan kancing. Rancangan baju dibuat longgar di bagian
perut, lengan, dan dada.
Biasanya baju ini dipakai dengan celana panjang sampai dengan pergelangan kaki
dan penutup kepala kopiah atau songkok. Baju ini biasanya dipakai di acara
keluarga seperti kenduri.
2. Baju Melayu Gunting
Cina
Baju gunting cina
tak jauh beda dengan baju cekak musang. Bentuk baju tersebut berkerah leher
bulat degan bagian depan berbelah dan memakai kancing biasanya 5 buah. Baju ini
juga dilengkapi dengan songkok dan celana atau sarung. Baju ini biasanya
dipakai sehari-hari. Bisa juga untuk menyambut kerabat di rumah atau pertemuan
resmi di kantor.
3. Baju Melayu Teluk
Belanga
Baju teluk belanga
biasa dipakai oleh orang Melayu yang dekat dengan khazanah Islam. Banyak
filosofi dan nilai keislaman yang terkandung di balik pakaian teluk belanga.
Baju teluk belanga dipakai oleh laki-laki. Baju ini dipakai dengan bagian
lehernya dikaitkan dengan satu kancing. Baju teluk belanga biasanya juga
dilengkapi dengan celana dan kain samping serta kain pelekat.
4. Baju Kurung
Baju kurung sering
diasosiasikan dengan kaum perempuan dan populer di Brunei Darussalam, Malaysia,
Indonesia, Singapura, hingga Thailand. Ciri khas baju ini adalah desainnya yang
longgar pada lengan, dada, dan perut. Pada saat dipakai, bagian paling bawah baju
kurung sejajar dengan lutut.
Baju kurung memiliki filosofi yang dalam. Saat seseorang memakai baju kurung,
ia telah terikat dengan berbagai macam aturan yang harus dipatuhi. Baju kurung
memiliki makna bahwa pemakainya "dikurung’’ atau dikukung oleh adat sesuai
dengan syariat Islam.
5. Baju Kebaya Labuh
Kebaya labuh konon
merupakan pakaian tertua yang masih ada hingga saat ini. Kebaya labuh populer
di masyarakat Melayu. Pakaian ini memiliki bentuk yang menjuntai ke bawah
hingga menutupi lutut. Sisi depan kebaya labuh dikaitkan dengan tiga buah
kancing yang membuat bagian bawah kebaya tampak melebar dan terbuka. Cara
pemakaiannya biasanya dipadukan dengan rok dari kain batik.
Komentar
Posting Komentar