KEBUDAYAAN SUKU TALANG MAMAK
KEBUDAYAAN SUKU TALANG MAMAK
Menurut
Elfidayati, (2013) mengatakan tentang kebudayaan suku talang mamak yaitu:
Suku
talang mamak berisikan upacaraupacara adat seperti gawai yaitu pesta
pernikahan, kemantan yaitu pengobatan penyakit, tambat kubur yaitu acara
seratus hari kematian dan memperbaiki kuburan untuk peningkatan status sosial,
khitanan, upacara melahirkan dibantu oleh dukun, upacara timbang bayi, upacara
beranggul yaitu upacara yang tujuannya untuk menghibur orang yang sedang
mengalami kemalangan.
Sejalan
dengan pendapat diatas menurut Ruben, (2009) tradisi-tradisi Suku Talang Mamak
adalah sebagai berikut:
1. Kumantan:
suatu acara berdukun untuk mengobati penyakit dan memberi makan pelindung kampung.
Pada acara ini orang-orang yang akan diobati duduk di dekat dukun. Dukun
menari-nari diikuti iringan musik dari alat musik tawak-tawak dan katubung.
Sambil menari-nari dukun siap sedia untuk dimasuki roh leluhur. Acara berdukun
dilakukan pada larut malam, biasanya sekitar jam 22.00. 2. Menambak/naik tanah:
yakni suatu acara menimbun kuburan. Orang Talang Mamak bila meninggal akan
dikuburkan, tetapi kuburan tidak langsung ditimbun penuh dengan tanah,
melainkan hanya sedikit saja di bagian permukaan. Tanah itu ditahan dengan
papan. Setelah 100 hari bila keluarga sepakat maka kuburan itu ditimbun dengan
tanah dan diberi tanda. Itulah acara menambak.
2. Cuci
lantai: yakni suatu acara adat yang berlaku untuk anak-anak yang baru lahir.
Dalam acara ini si anak diberi nama dan akan mendapatkan orang tua asuh. Si
anak juga akan dibawa ke sungai dan dimandikan di sana.
3. Gawai:
yakni acara pernikahan. Pernikahan bisa terjadi bila pemuda dan pemudi sudah
saling mencintai dan sepakat untuk berkeluarga. Si wanita akan mengikut ke
rumah silakilaki dengan membawa pertanda dari laki-laki itu. Kemudian mereka
akan naik ke rumah mangku, selanjutnya ke rumah batin. Akan tetapi perkawinan
juga bisa terjadi bila pemuda dan pemudi kedapatan sedang berduaan pada malam
hari. Yang seperti ini disebut dengan tergawal. Mereka akan langsung
dinikahkan.
4. Mendanau:
yakni suatu acara mencari ikan secara bersama ke suatu kolam. 6
5. Meratap:
yakni suatu acara menangisi orang yang meninggal.
6. Merota:
yakni acara masuk ke liang kubur oleh keluarga yang meninggal sebagai tanda
bahwa dia tidak rela keluarganya meninggal, lebih baik dirinya yang meninggal.
Ini tanda cinta kepada yang meninggal itu.
7. Hari
Menuju: yakni acara bagi yang sudah meninggal 7 hari. Pada acara ini roh yang
meninggal diantar ke tempatnya dengan tanda menebarkan.

Komentar
Posting Komentar