PAKAIAN ADAT SIAK
PAKAIAN ADAT SIAK
Tenun Siak merupakan tenun yang berasal dari Siak, Provinsi Riau. Asal mulanya kain ini hanya dipakai oleh bangsawan Siak Sri Indrapura. Adapun pewarnaan yang digunakan untuk membuat tenun berasal dari tumbuhan alami. Warna jingga dihasilkan dari tumbuhan umbi, warna kuning dari kapur, warna hijau dari rebusan daun kayu nodo, warna cokelat dari rebusan kayu samak, dan warna biru hasil campuran dari senduduk dengan temulawak.
Tenun songket Siak melalui sejarah yang cukup panjang dan
banyak menghasilkan beragam jenis motif atau corak yang mengandung makna
tertentu. Motif yang biasa dipakai adalah motif dari tumbuh-tumbuhan dan hewan.
Leluhur dahulu menjelaskan kearifan orang melayu memahami agama islam dan alam
sekitarnya telah memberikan mereka kesempatan besar dalam memilih atau
menciptakan motif.
Motif yang ada pada kain tenun Siak seperti motif
bunga-bunga memiliki makna keluruhan dan kehalusan budi luhur, sedangkan motif
bunga setaman memberikan makna keakraban dan kedamaian. Motif hewan
pada kain Siak seperti burung balam dua setengger melambangkan kerukunan hidup
sepasang suami istri atau persahabatan, sebab burung balam selalu hidup rukun
dengan pasangan. Lalu motif naga berjuang mencerminkan sifat kearifan dan
kebijakan.

Komentar
Posting Komentar