PEKANBARU
Nama
Pekanbaru dahulunya dikenal dengan nama “Senapelan” yang saat itu dipimpin oleh
seorang Kepala Suku disebut Batin.
Daerah ini terus berkembang menjadi
kawasan pemukiman baru dan seiring waktu berubah menjadi Dusun Payung Sekaki
yang terletak di muara Sungai Siak.
Terus
berkembang, Payung Sekaki atau Senapelan memegang peranan penting dalam lalu
lintas perdagangan. Letak Senapelan yang strategis dan kondisi Sungai Siak yang
tenang dan dalam membuat perkampungan ini memegang posisi silang baik dari
pedalaman Tapung maupun pedalaman Minangkabau dan Kampar. Hal ini juga
merangsang berkembangnya sarana jalan darat melalui rute Teratak Buluh (Sungai
Kelulut), Tangkerang hingga ke Senapelan sebagai daerah yang strategis dan
menjadi pintu gerbang perdagangan yang cukup penting.
Akhirnya
menurut catatan yang dibuat oleh Imam Suhil Siak, Senapelan yang kemudian lebih
popular disebut Pekanbaru resmi didirikan pada tanggal 21 Rajab hari Selasa
tahun 1204 H bersamaan dengan 23 Juni 1784 M oleh Sultan Muhammad Ali Abdul
Jalil Muazamsyah dibawah pemerintahan Sultan Yahya yang kemudian ditetapkan
sebagai hari jadi Kota Pekanbaru.
Sebelum
tahun 1960, Pekanbaru hanyalah kota dengan luas 16 km2 yang kemudian bertambah
menjadi 62.96 km2 dengan 2 kecamatan yaitu Kecamatan Senapelan dan Kecamatan
Limapuluh. Selanjutnya pada tahun 1965 bertambah menjadi 6 kecamatan dan tahun
1987 menjadi 8 kecamatan dengan luas wilayah 446.50 km2.
sumber: https://www.pekanbaru.go.id/p/menu/profil-kota/mengenal-kota-pekanbaru
Komentar
Posting Komentar