PENJURU API COLOK

 PENJURU API COLOK



Tradisi ini berawal dari keinginan masyarakat melayu untuk memberikan penerangan di bulan Ramadhan. Lampu colok ini adalah lampu tradisional yang biasa digunakan untuk menerangi kegelapan didaerah pedesaan. Bahan lampu colok ini bisa terbuat dari bambu seperti obor, didaerah pedesaan sehari-hari colok digunakan sebagai alat penerangan yang diletakkan didepan pintu rumah dan berguna menemani disaat anak-anak pergi mengaji dan belajar dalam kegelapan. Seiring dengan berjalannya waktu, sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi yang turun temurun masyarakat melayu terutama menjelang penghujung atau terakhir bulan Ramadhan menggunakan penerangan colok sebagai hiasan didepan rumah.

Tradisi lampu colok ini bertujuan untuk menerangi masyarakat sebelum adanya listrik, masyarakat zaman dulu masih kental dengan mitos-mitos yang melekat pada diri masing-masing yang mana orang zaman dulu percaya bahwa setiap bulan ramadhan roh-roh para leluhur pulang kerumah oleh karena itu harus menerangi rumah dengan lampu colok.

Dalam pelaksanaan tradisi lampu colok ini didirikan atau dilakukan oleh satu keluarga saja. Hal ini dilakukan oleh semua masyarakat disetiap rumah masing-masing, dengan diadakannya pelaksanaan tradisi ini dapat dilihat bahwa tradisi ini dilakukan oleh masyarakat secara bersamaan dari masing-masing keluarga. Tradisi ini dilakukan sebagai penerangan ketika belum adanya listrik, colok ini digunakan sebagai penerang jalan menuju masjid atau mushala karena ada juga masyarakatnya yang membuat colok dari bambu yang dipasang dipinggir jalan agar memudahkan masyarakatnya dan memberikan semangat warganya untuk pergi ke masjid.

Tradisi ini juga merupakan suatu kebahagianan bagi anak-anak karena ketika bulan Ramadhan tiba anak-anak dengan suka cita menghidupkan colok yang ada di sekeliling rumah mereka sehingga semarak bulan puasa sangat terasa dan mereka bermain-main dan berjalan ketetangga untuk melihat colok tetangga mereka. Walaupun sederhana tetapi lebih terasa akan kebersamaan keluarga dalam menjalankan puasa dan menerapkan saling berbagi kebahagiaan sesama muslim pada bulan Ramadhan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IKAN GULAI BAUNG KUNING

SISTEM KESENIAN SUKU TALANG MAMAK

PAKAIAN ADAT INDRAGIRI HULU