PENJURU DAPUR KEWIRAUSAHAAN ( KWU )
PENJURU DAPUR KEWIRAUSAHAAN ( KWU )
Pendahuluan :
Pembelajaran
Prakarya dan kewirausahaan sekarang ini diarahkan untuk menciptakan
entrepreneur yang inovatif dan kreatif. Karena itu, diperkenalkannya
pembelajaran prakarya dan kewirausahaan
secara formal di sekolah merupakan langkah yang baik untuk menyiapkan lahirnya
lebih banyak lagi wirausaha di Indonesia.
Kreativitas dan
keterampilan peserta didik dalam menghasilkan produk kerajinan, produk
rekayasa, produk budidaya maupun produk pengolahan sudah dilatihkan melalui
Mata Pelajaran Prakarya sejak di Sekolah Menengah Kelas VII, VIII, dan Kelas
XI. Pada Sekolah Menengah Kelas X, XI dan XII pembelajaran Prakarya
disinergikan dengan kompetensi Kewirausahaan secara bertahap. Pada peserta tingkat SMA peserta didik telah mulai
dikenalkan kepada konsep wirausaha dan sikap dasar seorang wirausahawan,
berpikir kreatif, merancang, memproduksi, mengemas, dan memasarkan produk
secara sederhana. Ide produk, perancangan, pengemasan dan pemasaran yang dikembangkan
dapat memanfaatkan pengetahuan yang telah diperoleh pada Mata Pelajaran
Prakarya maupun Prakarya dan Kewirausahaan pada kelas-kelas yang sebelumnya.
Pembelajaran
Prakarya dan Kewirausahaan dirancang berbasis aktivitas terkait dengan sejumlah
ranah karya nyata, yaitu karya kerajinan, karya teknologi, karya pengolahan,
dan karya budidaya dengan contoh-contoh karya konkret berasal dari tema-tema
karya populer yang sesuai untuk peserta didik . Sebagai mata pelajaran yang
mengandung unsur muatan local maupu internasional.
Pengolahan adalah proses transformaasi (perubahan bentuk)
dari bahan mentah menjadi produk olahan. Transformasi melibatkan proses-proses
fisik, kimia, maupun mikrobiologis. Proses pengolahan mencakup pula penanganan
dan pengawetan bahan melalui berbagai teknik dasar proses pengolahan dan
pengaawetan. Manfaat edukatif teknologi pengolahan bahan pangan bagi
pengembangan kepribadian peserta didik adalah menambah keanekaragaman makanan,
memberi nilai ekonomis dan timbul kesadaran pentingnya melakukan penanganan,
pengolahan dan pengawetan bahan pangan agar tidak cepat rusak.
LATAR
BELAKANG PEMBUATAN DAPUR KWU
Pada
tahapan berkarya atau praktek , peserta didik diminta untuk membuat pengolahan
makanan yang ada pada buku peserta didik terlebih dahulu, gunakan contoh
tahapan berkarya pada pembahasan materi ini untuk memudahkan peserta didik
dalam membuat karya. Guru dapat mengawasi membimbing pekerjaan peserta didik.
Kegiatan berkarya ini dilakukan di sekolah, bukan di rumah. Guru harus
mengetahui proses berkarya peserta didik dari awal hingga selesai. Ingatkan
peserta didik untuk memperhatikan keselamatan kerja.
Untuk
menunjang kemahiran peserta didik dalam berkarya atau praktek pengolahan
makanan maka didirikan dapur KWU dengan tujuan
1. Peserta
didik mendapatkan informasi dari buku resep, internet dan media lainnya
sehingga menjadi masukan dalam perencanaan produksi pengolahan makanan
2. Peserta didik mendapatkan informasi dari buku
resep, internet dan media lainnya sehingga
Mengetahui alat dan
bahan yang dibutuhkan
3. Peserta
didik mendapatkan informasi dari buku resep, internet dan media lainnya
sehingga
Mengetahui proses
produksi
4. Setelah
perencanaan produk, alat dan bahan yang dibutuhkan dan proses produksi, peserta
didik dapat menggunakan fasilitas yang ada di dapur KWU seperti kompor, kuali,
Teflon, tempat cuci piring, piring dan gelas, spatula, sendok gulai/ sop,
pisau, sendok dan garpu, piring saji dan lain lain
KESIMPULAn
Dengan adanya dapur kwu
memfasilitasi peserta didik untuk mengolah makanan yang inovatif dan kreatif sehingga lahirlah
entrepreneur yang sukses
Komentar
Posting Komentar