RUMAH MELAYU LIPAT KAJANG
RUMAH MELAYU LIPAT KAJANG
Rumah adat Riau ini dinamakan sebagai rumah
adat kajang dikarenakan bentuk dari atap rumahnya. Jenis rumah adat ini sudah
jarang ditemukan di lingkungan masyarakat, namun sedikit banyak arsitekur rumah
adat ini dimodifikasi untuk bangunan perkantoran modern di wilayah Riau.
Bentuk atap rumah adat kajang yang curam
seperti pada gambar rumah adat Riau di atas ditujukan untuk mempermudah
jatuhnya air hujan. Kemudian, dinding dan lantai di rumah ini dibuat dari
anyaman yang difungsikan supaya sirkulasi udara bisa berjalan lancar.
Pada masa lampau, bahan yang dipakai tentunya
juga bahan yang diambil dari alam diantaranya kayu, rumbia, buluh berayam,
pelupuh, batang nibung, dan sebagainya. Komponen penting lainnya dalam rumah
adat kajang adalah tiang yang terbagi menjadi beberapa macam.
Ada tiang utama atau tiang tuo yang tidak boleh
bersambung dan terletak di deretan pintu masuk sebelah kanan dan kiri. Lalu,
ada pula tiang gantung yang sesuai namanya dibuat menggantung dan diberikan
motif daun dan bunga. Pemberian motif tersebut menyimbolkan kedekatan
masyarakat Riau dengan alam.
Selain itu, bentuk tiang di rumah adat kajang
juga dibedakan sesuai dengan bentuknya mulai dari segi empat, enam, tujuh,
delapan, dan sembilan. Setiap bentuk tiang yang berbeda mempunyai lambang yang
berbeda pula. Tiang segi empat melambangkan empat arah mata angin yang
berhubungan dengan datangnya rezeki.
Kemudian, tiang segi enam melambangkan rukun
iman. Tiang segi tujuh melambangkan tingkatan surga dan neraka. Tiang segi
delapan melambangkan delapan arah mata angin, dan tiang segi sembilan
melambangkan kalau pemilik rumah adalah golongan yang berada.
Komentar
Posting Komentar