6. Dr. Gatot Soeryo Koesumo, PFK, MM ( Direktur RS Aulia Jagakarsa) , Jakarta
7. dr. Wahyuning Saraswati ( Bogor)
8. dr Redy ( WaDir RSUD Banjar)
9. Prof.dr Dadang Hawari SpKJ10. Kol.CKM DR Is Priyadi (16.38) di RSPAD. Alumnus FK UNAIR 84.
*Padahal mereka sdh melakukan Vaksin*Dalam waktu 24 jam, Indonesia kehilangan 10 Dokter karena COVID-19.Sungguh kehilangan besar bagi bangsa Indonesia…”
= = = = =
PENJELASAN:
Telah beredar di media sosial WhatsApp sebuah broadcast yang berisi informasi terkait 10 Dokter Indonesia yang diklaim meninggal akibat terinfeksi Covid-19 di hari yang sama diklaim pula bahwa kesepuluh Dokter tersebut sebelumnya telah melakukan suntik Vaksin.
Setelah dilakukan penelusuran, isi pesan berantai yang beredar tersebut salah.
Ada beberapa fakta yang ditemukan, fakta pertama berkaitan dengan waktu meninggalnya kesepuluh Dokter tersebut yang diklaim meninggal pada hari yang sama nyatanya tidak benar, 5 Dokter di antaranya meninggal di bulan September sementara yang lainnya meninggal di bulan Desember. Sebagaimana data yang diunggah pada kanal https://nakes.laporcovid19.org/, dr. H. Ananto Prasetya Hadi, MKK meninggal dunia pada 12 September 2020. Sementara dr Dharma Widya meninggal dunia pada 8 September 2020.Selain itu Prof. DR. dr. H. Dadang Hawari, SpKJ(K) meninggal dunia pada 3 Desember 2020. Sedangkan Kolonel Ckm dr. Is Priyadi berpulang pada 3 Desember 2020.
Fakta kedua terkait kesepuluh Dokter tersebut telah disuntik Vaksin, faktanya pada rentan waktu bulan September sampai Desember 2020 pemerintah Indonesia belum melakukan program Vaksin, vaksin baru disebarluaskan di masyarakat pada 13 Januari 2021.
Adapun yang penerima vaksin pertama kali yaitu pada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan baru kemudian dilanjutkan oleh Tenaga Medis pada keesokan harinya tepatnya tanggal 14 Januari 2021.
Dengan demikian informasi yang beredar di WhatsApp tersebut terkait 10 Dokter yang meninggal di hari yang sama akibat Covid-19 tersebut tidak benar, sehingga informasi tersebut masuk dalam kategori konten yang menyesatkan.
Faktanya, tidak ada informasi dari kementerian setempat perihal penggunaan kedua benda itu. Informasi yang sama juga tidak ditemukan dalam laman Lembaga Kesehatan Dunia (WHO). ====== [KATEGORI]: KONTEN YANG MENYESATKAN ====== [SUMBER]: https://archive.fo/5tM6I ====== [NARASI]: ” Setelah 15 menit makan bawang mentah kupas dengan garam batu, orang berubah menjadi negatif dari positif.MawarBendera TajikistanJempolan * Dengarkan audio, apa yang salah dengan makan …*” ====== [PENJELASAN]: Akun twitter bernama @/Dilipkumar28 mengunggah video berdurasi 28 detik yang mengklaim bahwa mengonsumsi bawang mentah dengan garam batu akan membuat seseorang yang positif covid-19 menjadi negatif setelah 15 menit. Berdasarkan hasil penelusuran media India, Vishvasnews, tidak ada informasi dari kementerian setempat perihal penggunaan kedua benda itu. Informasi yang sama juga tidak ditemukan dalam laman Lembaga Kesehatan Dunia (WHO). Melansir dari situs thequint.com, hingga 19 April 2021, baik WHO mau...
Hasil Periksa Fakta Khairunnisa Andini (Universitas Diponegoro). Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, telah menegaskan bahwa nomor WhatsApp miliknya telah diretas oleh pihak tidak bertanggung jawab. Siti Nadia juga menyatakan bahwa nomor rekening yang diberikan oleh peretas adalah bukan miliknya. = = = = = KATEGORI: Konten Tiruan/Imposter Content = = = = = SUMBER: Pesan WhatsApp = = = = = NARASI: “Punya saldo buat sy pinjam dulu gak..??.MBank sy masih trobke ni..sy harus kirim ke kerabat karna ada musibah dadakan sy balikin dan besok agak siangan ya. Urgent..!!” = = = = = PENJELASAN: Beredar akun WhatsApp Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi. Akun tersebut melakukan komunikasi dengan beberapa pihak dan meminta sejumlah dana. Akun tersebut juga mengirimkan nomor rekening sebagai tujuan pengiriman dana yang diminta. Melansir dari Tribun News, Nadia menegaskan bahwa nomor WhatsApp miliknya telah diretas oleh pi...
Hasil Periksa Fakta Konaah (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta). Gambar hasil suntingan/editan. Ditemukan artikel dengan cover serupa pada artikel rri.co.id berjudul “Yahya Waloni Tolak Kata Muallaf, Kenapa?” diunggah pada 12 Desember 2019 oleh Deni Yusman. Dan pada artikel merdeka.com berjudul “Tingkat Keterisian RS Rujukan Covid-19 di Bandung Hampir Sentuh 100 Persen” diunggah pada 28 Desember 2020 oleh Aksara Bebey. ======================= Kategori: Konten yang Dimanipulasi ======================= Sumber: Facebook https://archive.vn/cYez8 ======================= Narasi: “KADRUN SATU INI SEDANG MENUAI BUAH SEMUA UCAPAN / CERAMAHNYA KUASA ALLAH LBH NYATA , DAN DOANYA DI KABULKAN .. KUN FAYAKUN …KADRUN TDK BISA BERKUTIK .. MAKASIH YA ALLAH” ======================= Penjelasan: Akun Facebook Maya Sinta mengunggah tiga gambar hasil tangkapan layar artikel berita. Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa Yahya Waloni menuai balasan dari ucapannya yan...
Komentar
Posting Komentar