SUKU ANAK RAWA
Suku Anak Rawa atau yang dulunya disebut Suku
Akit berada jauh di pedalaman Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Provinsi
Riau. Untuk ke sana, dibutuhkan waktu empat jam perjalanan darat dari Kota
Pekanbaru. Di sana sangat kental dengan tradisi lama, ajaran turun temurun dari
para leluhur mereka.
Konon ceritanya Suku Anak Rawa pertama bermukim
di daerah Sungai Lancur Darah, Kecamatan Sungai Apit, Siak. Banyak yang tidak
tahu dari mana asal usul mereka. Namun beberapa sumber dan literatur
menyebutkan kalau Suku Anak Rawa merupakan peradaban Melayu Tua dan berasal
dari Cina.
Sebelum masuknya agama, Suku Anak Rawa adalah
penganut animisme yang memang sudah ada dari zaman peradaban primitif. Bahkan
sampai kini, para tetua Suku Anak Rawa terus menurunkan kepercayaan, jika
hutan, batu, benda, sungai serta lainnya mempunyai ruh dan harus dihormati.
Ajaran ini pantang untuk dilanggar, jika tidak, mereka percaya akan ada bencana
yang datang.
Suku Anak Rawa diriwayatkan sudah lama mendiami
Kampung Penyengat ini, bahkan sebelum adanya Kerajaan Siak. Mereka juga
meyakinkan, kalau mereka lah yang pertama kali menemukan Danau Zamrud, dimana
diistilahkan Tasik Atas dan Tasik Bawah. Seperti kehidupan suku lainnya, Suku
Anak Rawa ini juga kerap berpindah-pindah.
Menurut cerita masyarakat di sini, Suku Anak Rawa dahulunya cukup disegani dan dipercaya oleh Kesultanan Sri Inderapura, lantaran sifat mereka yang jujur serta cukup menguasai daerah perairan. Tak jarang Kerajaan Bahari ini acap menugaskan perwakilan Suku Anak Rawa untuk mengumpulkan upeti dari daerah-daerah kekuasaan Kerajaan Siak.
Komentar
Posting Komentar