Suku Hutan

 Suku Hutan



Suku Hutan merupakan pecahan dari puak Melayu rakyat Kerajaan Gasib. Raja Gaib pertama yang diislamkan oleh Kerajaan Malaka Sultan Mansyur Syah bernama Megat Kudu kemudian bergelar Sultan Ibrahim. Sejak itu Gasib menjadi pusat agama Islam dibelahan pantai Timur Sumatera. Kemudian Gasib mundur karena serangan Aceh, lalu digantikan oleh Kerajaan Siak yang mulai sejak 1723 dengan rajanya Raja Kecil denan gelar Sultan Abdul Jalil Rahmat Syah. Dalam masa awal Kerajaan Siak inilah Suku Hutan mengasingkan diri ke hutan, karena mungkin sekali tidak suka mengikuti agama Islam yang makin kuat dalam kerajaan itu. Atau oleh kehadiran Belanda yang mulai memperlakukan blasting (pajak) atas rakyat Siak.

Mereka mengasingkan diri sampai ke pulau Bengkalis dan pulau Rangsang. Karena mereka membuat kampung di dalam hutan, maka terkenallah mereka dengan nama Suku Hutan, padahal mereka sendiri lebih suka menyebut kaumnya Suku Asli. Mereka juga mendiami Selat Baru dan Jangkang di Bengkalis, desa Sokop Pulau Rangsang, Merbau, Sungai Apit dan Kuala Kampar. (uu. Hamidi. 1991.)

Daerah kediaman mereka ini sering disebut daerah Sokop dan Sonde. Oleh sebab itu mereka juga dikenal dengan nama orang Sokop atau orang Sonde. Secara fisik orang Hutan menunjukkan ciri-ciri ras Weddoid, yang diperkirakan datang ke Nusantara sesudah jaman es terakhir.

Berdasarkan data statistik tahun 1971, jumlah orang Sonde diperkirakan berjumlah sekitar 2.335 jiwa, diantara 422.929 jiwa penduduk Kabupaten Bengkalis dan 259.134 jiwa penduduk Kabupaten Kampar pada tahun yang sama. Sebelum tahun 70-an, karena terbatasnya kontak masyarakat ini dengan dunia sekitar, sebagian masyarakat ini dengan dunia sekitarnya, sebagian masyarakat masih menggolongkan masyatakat ini sebagai "Suku Bangsa Terasing". Mereka sudah semakin banyak menjalin hubungan dengan masyarakat di luar kelompoknya, misalnya mereka banyak pula yang bekerja sebagai buruh di pelabuhan-pelabuhan perdagangan. Mata pencaharian pokok orang Sonde adalah bercocok tanam.

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

IKAN GULAI BAUNG KUNING

SISTEM KESENIAN SUKU TALANG MAMAK

PAKAIAN ADAT INDRAGIRI HULU