6 Motif Khas Melayu
6
Motif Khas Melayu
1. Pucuk
Rebung
Pucuk
Rebung melambangkan tekad hati dalam mencapai tujuan, keberuntungan, dan
harapan. Ini juga mewakili hati dan semangat persatuan yang terbuka di
masyarakat Riau. Motif ini diklasifikasikan sebagai motif Melayu, yang mewakili
pohon bambu yang tidak mudah roboh, bahkan ketika terkena angin kencang.
2.
Awan Larat
Motif
ini biasanya dikaitkan dengan kelembutan, kebijaksanaan, dan pengetahuan diri.
Karakteristik ini adalah pendidikan moral dasar yang diperkenalkan oleh orang
tua Riau kepada anak-anak mereka. Bunga dan kuncup adalah simbol cinta,
kemurnian, ketulusan, kerendahan hati, persahabatan, dan persaudaraan. Orang
tua berharap saran yang terkandung dalam motif ini dapat selalu diingat dan
dipraktikkan oleh anak-anak mereka.
3.
Itik Pulang Petang
Corak
Motif Itik Sekawan (Itik Pulang Petang) untuk Ukir Tekat Tenun Songket
menggambarkan tingkah laku hewan Itik yang selalu berjalan beriringan ketika
petang hari akan pulang ke kandang. Tingkah laku berjalan beriringan serasi,
bersahabat, kompak, bersama-sama, menjadi contoh bagi manusia akan arti
kehidupan.
4.
Semut Beriring
Orang
tua-tua (Melayu) menjelaskan bahwa kearifan orang melayu dalam menyimak ajaran
Islam disekitarnya memberikan mereka peluang besar dalam memilih atau
menciptakan motif. Hewan yang terkecil seperti semut, yang selalu bekerja sama
mampu membuat sarang yang besar, mampu mengangkat barang-barang yang jauh lebih
besar dari badannya, dan bila bertemu selalu berangkulan, memberi ilham
terhadap pencintaan motif untuk mengabadikan perihal semut itu dalam motif
tersebut sehingga lahirlah motif yang dinamakan motif semut beriring.
5.
Lebah Bergayut
Ditempatkan
pada bagian atas bidang ukir/tekat/tenun/songket. Motif Lebah Bergayut
mencerminkan tentang rumah lebah madu yang biasanya menggantung di dahan pohon.
Hal ini mengingat bumi Melayu Riau dahulunya sangat kaya akan pepohonan besar
yang sebagian dijadikan tempat menggantungkan rumah lebah.
6.
Selembayung
Selembayung
adalah hiasan yang terletak bersilang pada kedua ujung perabung bangunan belah
bubung dan rumah lontik. Pada bagian bawah adakalanya diberi pula hiasan
tambahan seperti tombak terhunus, menyambung kedua ujung perabung
(tombak-tombak) Selembayung memiliki beberapa makna, antara lain :
1.
Tajuk Rumah : selembayung membangitkan seri dan cahaya rumah.
2.
Pekasih Rumah : lambang keserasian dalam kehidupan rumah tangga.
3.
Pasak Atap : lambang sikap hidup yang tahu diri.
4.
Tangga Dewa : lambang tempat turun para dewa yang membawa keselamatan manusia
5.
Rumah Beradat : tanda bahwa bangunan itu adalah tempat kediaman orang berbangsa
balai atau kediaman orang patut-patut.
6.
Tuah Rumah : lambang bahwa bangunan itu mendatangkan tuah kepada pemiliknya.
7.
Lambang Keperkasaan dan Wibawa : selembayung yang dilengkapi dengan
tombak-tombak melambangkan keturunan dalam rumah tangga, sekaligus sebagai
lambang keperkasaan dan wibawa pemliknya.
8.
Lambang Kasih Sayang : motif ukiran selembayung (daun-daun dan bunga)
melambangkan perwujudan, tahu adat dan tahu diri, berlanjutnya keturunan serta
serasi dalam keluarga.
Komentar
Posting Komentar